×

We use cookies to help make LingQ better. By visiting the site, you agree to our cookie policy.


image

Frasa - Siniar Bahasa Indonesia, Episode 1 - Perdana

Episode 1 - Perdana

(musik)

Trias (T): Kalian sedang mendengarkan siniar Frasa, yang membahas tentang Indonesia, bahasa Indonesia, dan berbagai topik lain untuk menemani kalian belajar berbahasa Indonesia.

(musik)

(T): Halo, apakabar? Selamat datang di episode perdana siniar Frasa.

Yohanes (Y): Seperti di penjelasan sebelumnya, kami akan menemani kalian untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Indonesia dengan berdiskusi bersama. Selain diskusi, kami juga akan membahas ungkapan sehari-hari, memberi rekomendasi lagu, buku dan lain-lain, dan juga akan menjawab pertanyaan kalian tentang bahasa Indonesia.

(T): Siniar ini akan tayang satu minggu satu kali. Nah, di episode pertama ini, kalau kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi kita akan mulai dengan perkenalan, siapa sih kami, dan apa sih Frasa itu? Namaku Trias, saat ini aku tinggal di Denpasar, Bali. Aku bekerja di industri pariwisata, selain itu aku juga mengajar bahasa Perancis. Di siniar, ini aku nggak sendiri, ada juga temanku….

(Y): Nah, kalau aku Yohannes. Sekarang tinggal di Dortmund, Jerman. Aku bekerja di kampus sebagai peneliti post-doktoral di bidang matematika terapan. Meskipun aku tidak mengajar bahasa, tapi aku antusias pada bahasa Indonesia. Menurutku bahasa Indonesia itu mudah namun kompleks. Misalnya, dibandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan bentuk kata kerja terhadap waktu. Juga kata kerjanya tidak berubah tergantung subjek. Tapi Bahasa Indonesia juga memiliki kesulitannya sendiri. Misalnya kata kerja yang berubah tergantung dari awalan dan akhirannya. Nah, ini tentu akan kami bahas di episode-episode selanjutnya ya.

(Y): Itu adalah salah satu motivasi kami dalam membuat siniar ini. Selain itu, ee alasan apa lagi sih yang membuat kita membuat siniar ini?

(T): Kami membuat siniar ini karena tidak banyak konten yang tersedia di internet yang dapat menjadi rujukan bagi teman-teman yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Ada sih beberapa situs dan aplikasi daring yang menyediakan kursus bahasa Indonesia namun terbatas. Tidak seperti bahasa lain yang materi dan bahan belajarnya melimpah dan banyak pilihan.

(T): Selain itu, berawal dari pengalaman, karena kami juga sangat tertarik belajar bahasa. Aku sendiri belajar bahasa asing. Salah satunya adalah bahasa Perancis. Dan selain belajar di kelas dengan buku, aku sangat terbantu dengan adanya platform-platform untuk belajar bahasa asing seperti video-video YouTube, siniar, kuis, games, dan sebagainya.

(T): Nah, kalau kamu gimana, Yo? ‘Kan tinggal di Jerman tuh, pasti ngomong bahasa Jerman ‘kan, atau bahasa Inggris. Gimana sih kalau kamu belajar bahasa asing?

(Y): Ya, bener banget. Ee jadi aku sekarang sedang belajar bahasa Jerman. Ee jadi aku menggunakan buku-buku ee tata bahasa untuk belajar tata bahasa Jerman, dan selain itu aku juga menggunakan ee aplikasi daring untuk latihan ee tata bahasa, dan ee kosa kata sehari-hari. Dan aku merasa sangat terbantu dengan adanya platform-platform ini. Oleh karena itu, kami juga ingin membuat platform yang sama bagi teman-teman untuk belajar bahasa Indonesia.Kami akan membahas hal-hal mengenai Indonesia, dan bahasa Indonesia, juga tentang hal-hal terkini yang menarik.

(Y): Ee... sebenarnya kapan sih kita menggunakan bahasa Indonesia?

(T): Kalau aku, tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. Aku menggunakan bahasa Indonesia misalkan di kantor, karena kolegaku berasal dari beberapa daerah yang berbeda dan juga ada yang dari negara lain. Kalau di rumah sih lebih sering pakainya bahasa Jawa. Dan karena sekarang tinggal di Bali, jadi sedikit menggunakan bahasa Bali, masih belajar sih. Kalau kamu, gimana?

(Y): Ee… ya tentu saja dengan kolega di kampus lebih banyak menggunakan bahasa Jerman atau bahasa Inggris, ya. Tapi tetep, dengan teman-teman Indonesia di negara ini, aku tetap menggunakan bahasa Indonesia. Atau juga bisa waktu menelpon keluarga atau teman di Indonesia. Ee… tapi sebenarnya dengan keluarga aku juga lebih sering menggunakan bahasa Jawa, sih. Nah jadi sebenarnya, tidak semua orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia ya, dalam komunikasi mereka sehari-hari. Fungsi bahasa Indonesia sebenarnya lebih sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, atau bahasa pengantar pendidikan.

(Y): Nah sering kali juga, orang yang belajar bahasa Indonesia secara formal misalkan di universitas atau di kursus, menemukan banyak perbedaan saat menggunakan bahasa Indonesia secara langsung, dengan teman-teman Indonesia mereka. Kenapa ya kira-kira?

(T): Mmm, itu karena adanya ragam bahasa. Dalam bahasa Indonesia, ada ragam bahasa lisan dan tulisan, baku dan tidak baku, dan formal dan tidak formal. Kalau belajar bahasa Indonesia di kelas atau dengan buku, bahan ajar yang dikembangkan itu menggunakan ragam formal. Jadi begitu ngobrol langsung, kok beda banget ya. Contohnya, kita lebih sering menggunakan “enggak” daripada “tidak”. Dan kalau misalkan di kelas kita lebih menggunakan “bagaimana”, tapi begitu ngobrol kita pake “gimana”. Nah untuk itu, supaya tahu kapan kita berbicara formal atau tidak, ee… belajar juga perlu dengan sumber lain. Contohnya dengan nonton film, atau dengan mendengarkan siniar Indonesia seperti Frasa ini.

(T): Nah, kalau alasan belajar bahasa Indonesia, kenapa sih ee perlu belajar bahasa Indonesia?

(Y): Nah, teman-teman mungkin ada yang belum tahu, Indonesia itu negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, lho. Jadi bahasa Indonesia juga termasuk dalam sepuluh bahasa dengan penutur terbanyak, baik di Indonesia atau di negara lain. Diaspora Indonesia ada di seluruh dunia. Selain itu, secara tata bahasa, bahasa Indonesia mudah dipelajari, karena struktur kalimatnya yang sama dengan bahasa roman. Kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia juga sangat banyak. Misalkan kata serapan dari bahasa Belanda seperti kantor, pabrik, kamar. Dari bahasa Perancis misalnya piknik. Atau dari bahasa Inggris seperti komputer.

(Y): Selain itu, bahasa Indonesia menggunakan aksara latin, berbeda dengan bahasa Asia pada umumnya yang mempunyai aksaranya sendiri, sehingga relatif lebih mudah untuk dipelajari.

(T): Menarik, ya. Alasan lain adalah penggunaan bahasa Indonesia semakin berkembang di lingkup regional maupun internasional. Bahasa Indonesia sudah diajukan menjadi bahasa pengantar di organisasi internasional misalnya ASEAN. Walaupun masih sering sih, kita dengar pertanyaan seperti Indonesia itu di mana? Atau… oh, Bali itu di Indonesia. Rasanya gemas ‘kan dan ingin pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak muncul lagi.

(T): Salah satu cara yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan adanya program BIPA. Atau Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Program ini sebagai acuan dalam belajar bahasa Indonesia. Seperti bahasa asing lainnya, program BIPA juga memiliki tingkatan pelajar dari pemula hingga mahir.

(Y): Nah, oleh karena itu, pemerintah Indonesia sedang gencar nih mempromosikan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur bahasa asing. Dari program pemerintah ini, bahasa Indonesia sekarang bisa dipelajari di banyak negara, misalkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. Teman-teman bisa nih melihat situs KBRI di negara teman-teman, mungkin ada kursus bahasa Indonesia yang kemungkinan besar gratis yang bisa teman-teman ikuti. Selain itu ada juga banyak sekolah, universitas, misalkan di Australia, Asia maupun Eropa yang memiliki mata kuliah atau bahkan jurusan bahasa Indonesia.

(T): Untuk mendukung program BIPA tersebut dan kerja sama dengan instansi pendidikan di negara-negara lain, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahunnya mengadakan seleksi pengajar BIPA yang akan dikirimkan ke lebih dari 20 negara. Jadi teman-teman bisa belajar dengan penutur asli.

(Y): Bener, atau bisa juga ya, mungkin ada teman-teman yang ingin lebih ee… punya jiwa petualang lebih tinggi, gitu. Mereka ingin langsung belajar di Indonesia, misalkan. Itu bisa banget. Karena biaya pendidikan dan biaya hidup di Indonesia tidak mahal. Selain itu ada banyak tempat kursus bahasa. Ee… kalau misalnya mau mencari beasiswa, ada nggak sih pemerintah Indonesia ee menyediakan beasiswa nggak untuk eee orang asing belajar di Indonesia?

(T): Ada dong. Yang pertama ada beasiswa kemitraan negara berkembang, yang lebih dikenal dengan nama Developing Countries Partnership Scholarship. Dengan beasiswa ini, teman-teman bisa mendaftar di program S1 atau magister di kampus-kampus negeri atau swasta di Indonesia yang telah bermitra dengan pemerintah Indonesia. Yang kedua ada beasiswa Darmasiswa, yaitu beasiswa satu tahun untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Indonesia atau kesenian tradisional Indonesia. Selanjutnya, ada beasiswa seni dan budaya Indonesia atau Indonesian Art and Cultures Scholarship untuk belajar kesenian Indonesia.

(Y): Jadi, mari kita belajar bahasa Indonesia bersama-sama.

(musik)

(Y): Ungkapan minggu ini.

(musik)

(T): Ungkapan yang akan kita pelajari minggu ini adalah kata “kita” dan “kami”. Bahasa asing lain seperti bahasa Inggris atau bahasa Perancis tidak membedakan dua kata ganti orang pertama jamak ini. Kata “kita” disebut sebagai kata inklusif, yang artinya orang yang diajak bicara terlibat dalam kegiatan yang disebutkan dalam kalimat. Perhatikan contoh kalimat ini: “Kita belajar bahasa Indonesia”. Siapa “kita”? Aku, Yohanes, dan kamu. Kita belajar bahasa Indonesia bersama.

(T): Sementara pada kalimat “Kami belajar bahasa Indonesia”. “Kami” di sini berarti aku, dan Yohanes saja. Jadi, “kami” adalah kata ganti eksklusif karena kamu sebagai lawan bicara tidak terlibat dalam kegiatan yang kami lakukan. Semoga jelas, ya.

(musik)

(T): Rekomendasi minggu ini.

(musik)

(Y): Untuk rekomendasi minggu ini, kami merekomendasikan sebuah buku berjudul “Sembilan dari Sepuluh Kata Bahasa Indonesia adalah Asing”, yang merupakan buku karangan Alif Danya Munsyi atau lebih dikenal sebagai Remy Sylado. Buku ini diterbitkan pada tahun 1996. Buku ini berisi esai dan catatan kecil tentang bahasa Indonesia. Teman-teman masih ingat ‘kan, tadi kami sudah megatakan bahwa kosa kata bahasa Indonesia banyak yang merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Nah, untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal ini, kalian bisa membaca esai ini. Semoga menjadi bahan bacaan yang menarik, ya.

(T): Bagi kamu yang memiliki pertanyaan, saran, atau cerita yang ingin dibagikan ke pendengar Frasa lainnya, silakan kirim email ke alamat kontakfrasa@gmail.com atau bisa juga berupa pesan suara ke akun Anchor kami. Nanti tentu akan kami balas, dan cerita yang menarik akan kami bacakan di episode yang akan datang di segmen Surat Pendengar.

(Y): Kami akan mengunggah episode baru setiap hari Rabu. Sampai jumpa minggu depan!

(T & Y): Daag! (musik)

Episode 1 - Perdana الحلقة 1 - العرض الأول Folge 1 - Premiere Episode 1 - Premiere Épisode 1 - Première エピソード1-プレミア Episódio 1 - Estreia Эпизод 1 - Премьера 第 1 集 - 首映 第 1 集 - 首映

(musik) (music)

Trias (T): Kalian sedang mendengarkan siniar Frasa, yang membahas tentang Indonesia, bahasa Indonesia, dan berbagai topik lain untuk menemani kalian belajar berbahasa Indonesia. Trias (T): Posloucháte vysílání Phrase, které pojednává o Indonésii, indonéském jazyce a různých dalších tématech, která vás provázejí učením se indonéštiny. Trias (T): Sie hören die Sendung von Phrase, die Indonesien, die indonesische Sprache und verschiedene andere Themen behandelt, die Sie beim Indonesischlernen begleiten. Trias (T): You are listening to the broadcast of Phrase, which discusses Indonesia, Indonesian language, and various other topics to accompany you in learning Indonesian. Trias (T) : Vous écoutez l'émission Phrase, qui traite de l'Indonésie, de la langue indonésienne, et de divers autres sujets pour vous accompagner dans l'apprentissage de l'indonésien.

(musik) (musique)

(T): Halo, apakabar? (F): Hallo, wie geht es dir? (Q): Hello, how are you? (Q) : Bonjour, comment allez-vous ? Selamat datang di episode perdana siniar Frasa. Willkommen bei der ersten Folge des Phrase-Podcasts. Welcome to the premiere of the Phrases broadcast. Bienvenue à la première de l'émission Phrases.

Yohanes (Y): Seperti di penjelasan sebelumnya, kami akan menemani kalian untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Indonesia dengan berdiskusi bersama. Yohanes (Y): Wie bereits erwähnt, begleiten wir Sie beim Erlernen und Üben von Indonesisch, indem wir gemeinsam diskutieren. Yohanes (Y): As in the previous explanation, we will accompany you to learn and practice Indonesian by discussing together. ヨハネス(Y):前の説明と同じように、一緒に話し合ってインドネシア語を学び、実践するために同行します。 Selain diskusi, kami juga akan membahas ungkapan sehari-hari, memberi rekomendasi lagu, buku dan lain-lain, dan juga akan menjawab pertanyaan kalian tentang bahasa Indonesia. Neben Diskussionen diskutieren wir auch alltägliche Ausdrücke, geben Empfehlungen für Lieder, Bücher und anderes und beantworten auch Ihre Fragen zur indonesischen Sprache. In addition to discussions, we will also discuss everyday expressions, recommend songs, books, etc., and will also answer your questions about the Indonesian language.

(T): Siniar ini akan tayang satu minggu satu kali. (T): Toto vysílání se bude vysílat jednou týdně. (T): Diese Sendung wird einmal pro Woche ausgestrahlt. (T): This broadcast will be broadcast once a week. Nah, di episode pertama ini, kalau kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. No, v této první epizodě, pokud se říká, neznáš to, nemiluješ to. Also, in dieser ersten Episode, wenn das Sprichwort sagt, wenn du es nicht weißt, liebst du es nicht. Well, in this first episode, if the saying goes, you don't know it, you don't love it. Jadi kita akan mulai dengan perkenalan, siapa sih kami, dan apa sih Frasa itu? Začneme tedy úvodem, kdo jsme a co je to fráze? Wir beginnen also mit einer Einführung, wer sind wir und was ist eine Phrase? So we'll start with an introduction, who are we, and what is a Phrase? それでは、紹介から始めましょう。私たちは誰で、フレーズとは何ですか? Namaku Trias, saat ini aku tinggal di Denpasar, Bali. Mein Name ist Trias, derzeit lebe ich in Denpasar, Bali. My name is Trias, currently I live in Denpasar, Bali. 私の名前はトリアスです。現在、バリ州デンパサールに住んでいます。 Aku bekerja di industri pariwisata, selain itu aku juga mengajar bahasa Perancis. Ich arbeite in der Tourismusbranche, aber ich unterrichte auch Französisch. I work in the tourism industry, besides that I also teach French. Di siniar, ini aku nggak sendiri, ada juga temanku…. Hierar, ich bin nicht allein, es gibt auch meine Freunde.... Here, I am not alone, there are also my friends….

(Y): Nah, kalau aku Yohannes. (Y): No, když jsem Johannes. (Y): Nun, wenn ich Johannes bin. (Y): Well, if I'm Johannes. (Y):ええと、私がヨハネスなら。 Sekarang tinggal di Dortmund, Jerman. Now living in Dortmund, Germany. Aku bekerja di kampus sebagai peneliti post-doktoral di bidang matematika terapan. Ich arbeite auf dem Campus als Post-Doktorand im Bereich der angewandten Mathematik. I worked on campus as a post-doctoral researcher in applied mathematics. Meskipun aku tidak mengajar bahasa, tapi aku antusias pada bahasa Indonesia. I když jazyk neučím, jsem z indonéštiny nadšený. Auch wenn ich keine Sprachen unterrichte, bin ich begeistert von Indonesisch. Even though I don't teach languages, I am enthusiastic about Indonesian. Menurutku bahasa Indonesia itu mudah namun kompleks. Ich denke, Indonesisch ist einfach, aber komplex. I think Indonesian is easy but complex. Misalnya, dibandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan bentuk kata kerja terhadap waktu. Zum Beispiel hat Indonesisch im Vergleich zu Englisch keine Änderung der Verbform mit der Zeit. For example, compared to English, Indonesian does not have a change in verb form with time. たとえば、英語と比較して、インドネシア語では動詞の形が時間とともに変化することはありません。 Juga kata kerjanya tidak berubah tergantung subjek. Také sloveso se nemění v závislosti na předmětu. Also the verb does not change depending on the subject. また、動詞は主題によって変わりません。 Tapi Bahasa Indonesia juga memiliki kesulitannya sendiri. Aber Indonesisch hat auch seine eigenen Schwierigkeiten. But Indonesian also has its own difficulties. Misalnya kata kerja yang berubah tergantung dari awalan dan akhirannya. So ändern sich beispielsweise Verben je nach Präfix und Suffix. For example, a verb that changes depending on the prefix and suffix. Nah, ini tentu akan kami bahas di episode-episode selanjutnya ya. Nun, darüber werden wir natürlich in den nächsten Folgen sprechen. Well, of course we will discuss this in the next episodes.

(Y): Itu adalah salah satu motivasi kami dalam membuat siniar ini. (Y): Das war einer unserer Beweggründe, diese Sendung zu machen. (Y): That was one of our motivations in making this broadcast. Selain itu, ee alasan apa lagi sih yang membuat kita membuat siniar ini? Abgesehen davon, welche anderen Gründe veranlassen uns, diese Sendung zu machen? Besides that, what other reasons make us make this broadcast?

(T): Kami membuat siniar ini karena tidak banyak konten yang tersedia di internet yang dapat menjadi rujukan bagi teman-teman yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. (T): Wir haben diese Sendung gemacht, weil im Internet nicht viele Inhalte verfügbar sind, die als Referenz für Freunde dienen können, die Indonesisch lernen. (T): We made this broadcast because there is not much content available on the internet that can be a reference for friends who are learning Indonesian. Ada sih beberapa situs dan aplikasi daring yang menyediakan kursus bahasa Indonesia namun terbatas. There are several sites and online applications that provide Indonesian language courses but are limited. Tidak seperti bahasa lain yang materi dan bahan belajarnya melimpah dan banyak pilihan. Im Gegensatz zu anderen Sprachen, für die es eine Fülle von Lernmaterialien und viele Möglichkeiten gibt. Unlike other languages, the material and learning materials are abundant and many choices.

(T): Selain itu, berawal dari pengalaman, karena kami juga sangat tertarik belajar bahasa. (T): Außerdem fängt es mit Erfahrung an, weil wir auch sehr daran interessiert sind, Sprachen zu lernen. (T): Besides, it starts with experience, because we are also very interested in learning languages. Aku sendiri belajar bahasa asing. I myself studied foreign languages. Salah satunya adalah bahasa Perancis. One of them is French. Dan selain belajar di kelas dengan buku, aku sangat terbantu dengan adanya platform-platform untuk belajar bahasa asing seperti video-video YouTube, siniar, kuis, games, dan sebagainya. Und neben dem Lernen im Unterricht mit Büchern hilft mir das Vorhandensein von Plattformen zum Erlernen von Fremdsprachen wie YouTube-Videos, Podcasts, Quizze, Spiele usw. sehr. And apart from studying in class with books, I was greatly helped by the existence of platforms for learning foreign languages such as YouTube videos, broadcasts, quizzes, games, and so on.

(T): Nah, kalau kamu gimana, Yo? (T): Nun, wie sieht es mit dir aus, Yo? (T): Well, how about you, Yo? ‘Kan tinggal di Jerman tuh, pasti ngomong bahasa Jerman ‘kan, atau bahasa Inggris. „Du lebst in Deutschland, du musst Deutsch sprechen, richtig, oder Englisch. 'You live in Germany, you must speak German, right, or English. Gimana sih kalau kamu belajar bahasa asing? Wie wäre es, wenn Sie eine Fremdsprache lernen? How about you learn a foreign language?

(Y): Ya, bener banget. (Y): Ja, wirklich. (Y): Yes, really. Ee jadi aku sekarang sedang belajar bahasa Jerman. Ee so I'm currently studying German. Ee jadi aku menggunakan buku-buku ee tata bahasa untuk belajar tata bahasa Jerman, dan selain itu aku juga menggunakan ee aplikasi daring untuk latihan ee tata bahasa, dan ee kosa kata sehari-hari. Also benutze ich Grammatikbücher, um die deutsche Grammatik zu lernen, und daneben benutze ich auch Online-Apps, um Grammatik und Alltagsvokabeln zu üben. Ee so I use ee grammar books to learn German grammar, and besides that I also use ee online apps for practice ee grammar, and ee daily vocabulary. Dan aku merasa sangat terbantu dengan adanya platform-platform ini. And I find it very helpful to have these platforms. そして、これらのプラットフォームがあると非常に便利だと思います。 Oleh karena itu, kami juga ingin membuat platform yang sama bagi teman-teman untuk belajar bahasa Indonesia.Kami akan membahas hal-hal mengenai Indonesia, dan bahasa Indonesia, juga tentang hal-hal terkini yang menarik. Deshalb wollen wir auch eine gemeinsame Plattform für Freunde schaffen, um Indonesisch zu lernen, auf der wir über Indonesien und die indonesische Sprache sowie über die neuesten interessanten Dinge diskutieren. Therefore, we also want to create a common platform for friends to learn Indonesian. We will discuss things about Indonesia, and the Indonesian language, as well as about the latest interesting things. そのため、友達がインドネシア語を学ぶための共通のプラットフォームを作りたいと考えています。インドネシアについて、インドネシア語について、そして最新の興味深いことについて話し合います。

(Y): Ee... sebenarnya kapan sih kita menggunakan bahasa Indonesia? (Y): Ee... Wann verwenden wir eigentlich Indonesisch? (Y): Er... when do we actually use Indonesian?

(T): Kalau aku, tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. (T): For me, I don't always use Indonesian for daily communication. Aku menggunakan bahasa Indonesia misalkan di kantor, karena kolegaku berasal dari beberapa daerah yang berbeda dan juga ada yang dari negara lain. Ich verwende Indonesisch zum Beispiel im Büro, denn meine Kollegen kommen aus verschiedenen Regionen und einige aus anderen Ländern. I use Indonesian for example at work, because my colleagues come from different regions and some are from other countries. 私の同僚はさまざまな地域から来ており、一部は他の国から来ているので、たとえば仕事でインドネシア語を使用しています。 Kalau di rumah sih lebih sering pakainya bahasa Jawa. Zu Hause verwende ich normalerweise Javanisch. At home, I usually use Javanese. Dan karena sekarang tinggal di Bali, jadi sedikit menggunakan bahasa Bali, masih belajar sih. And because now I live in Bali, so I use Balinese a little, I'm still learning. Kalau kamu, gimana? How about you?

(Y): Ee… ya tentu saja dengan kolega di kampus lebih banyak menggunakan bahasa Jerman atau bahasa Inggris, ya. (Y): Ee... ja, natürlich mit Kollegen auf dem Campus, die mehr Deutsch oder Englisch sprechen, ja. (Y): Ee… yes, of course, colleagues on campus use more German or English, yes. (Y):ええ…はい、もちろん、キャンパスの同僚はほとんどドイツ語か英語を使っています、はい。 Tapi tetep, dengan teman-teman Indonesia di negara ini, aku tetap menggunakan bahasa Indonesia. Aber trotzdem, mit indonesischen Freunden in diesem Land, benutze ich immer noch Indonesisch. But still, with Indonesian friends in this country, I still use Indonesian. しかし、それでも、この国のインドネシア人の友達と一緒に、私はまだインドネシア語を使用しています。 Atau juga bisa waktu menelpon keluarga atau teman di Indonesia. Oder es kann auch Zeit sein, Familie oder Freunde in Indonesien anzurufen. Or it can also be time to call family or friends in Indonesia. Ee… tapi sebenarnya dengan keluarga aku juga lebih sering menggunakan bahasa Jawa, sih. Ee… but actually with my family, I also use Javanese more often, anyway. Nah jadi sebenarnya, tidak semua orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia ya, dalam komunikasi mereka sehari-hari. So actually, not all Indonesians use Indonesian, in their daily communication. Fungsi bahasa Indonesia sebenarnya lebih sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional, atau bahasa pengantar pendidikan. Die Funktion des Indonesischen ist eigentlich eher eine Einheitssprache, die Landessprache oder die Unterrichtssprache für die Bildung. The function of Indonesian is actually more as a language of unity, national language, or language of instruction for education.

(Y): Nah sering kali juga, orang yang belajar bahasa Indonesia secara formal misalkan di universitas atau di kursus, menemukan banyak perbedaan saat menggunakan bahasa Indonesia secara langsung, dengan teman-teman Indonesia mereka. (Y): Nun, oft finden auch Leute, die Indonesisch formell lernen, zum Beispiel an der Universität oder in Kursen, viele Unterschiede, wenn sie Indonesisch direkt mit ihren indonesischen Freunden verwenden. (Y): Well, often too, people who study Indonesian formally, for example at university or in courses, find many differences when using Indonesian directly, with their Indonesian friends. Kenapa ya kira-kira? Warum denken Sie? Why do you think?

(T): Mmm, itu karena adanya ragam bahasa. (T): Mmm, das liegt an der Sprachenvielfalt. (T): Mmm, it's because of the variety of languages. Dalam bahasa Indonesia, ada ragam bahasa lisan dan tulisan, baku dan tidak baku, dan formal dan tidak formal. Auf Indonesisch gibt es verschiedene gesprochene und geschriebene Sprachen, Standard- und Nicht-Standardsprachen sowie formell und informell. In Indonesian, there are a variety of spoken and written languages, standard and non-standard, and formal and informal. Kalau belajar bahasa Indonesia di kelas atau dengan buku, bahan ajar yang dikembangkan itu menggunakan ragam formal. If you learn Indonesian in class or with books, the teaching materials that are developed use a formal variety. Jadi begitu ngobrol langsung, kok beda banget ya. So when we talk directly, why is it so different? Contohnya, kita lebih sering menggunakan “enggak” daripada “tidak”. For example, we use "no" more often than "no". Dan kalau misalkan di kelas kita lebih menggunakan “bagaimana”, tapi begitu ngobrol kita pake “gimana”. And if for example in class we use "how", but when we talk we use "how". Nah untuk itu, supaya tahu kapan kita berbicara formal atau tidak, ee… belajar juga perlu dengan sumber lain. So for that, in order to know when we are talking formally or not, we also need to learn from other sources. Contohnya dengan nonton film, atau dengan mendengarkan siniar Indonesia seperti Frasa ini. For example by watching movies, or by listening to Indonesian podcasts like this phrase.

(T): Nah, kalau alasan belajar bahasa Indonesia, kenapa sih ee perlu belajar bahasa Indonesia? (T): Well, if the reason is learning Indonesian, why do you need to learn Indonesian?

(Y): Nah, teman-teman mungkin ada yang belum tahu, Indonesia itu negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, lho. (Y): Well, maybe some of you don't know, Indonesia is a country with the fourth largest population in the world, you know. Jadi bahasa Indonesia juga termasuk dalam sepuluh bahasa dengan penutur terbanyak, baik di Indonesia atau di negara lain. So Indonesian is also included in the ten languages with the most speakers, either in Indonesia or in other countries. Diaspora Indonesia ada di seluruh dunia. The Indonesian diaspora exists all over the world. Selain itu, secara tata bahasa, bahasa Indonesia mudah dipelajari, karena struktur kalimatnya yang sama dengan bahasa roman. In addition, grammatically, Indonesian is easy to learn, because the sentence structure is the same as in Romance. Kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia juga sangat banyak. There are also a lot of loan words in Indonesian. Misalkan kata serapan dari bahasa Belanda seperti kantor, pabrik, kamar. For example, loan words from Dutch such as office, factory, room. Dari bahasa Perancis misalnya piknik. From French, for example, picnic. Atau dari bahasa Inggris seperti komputer. Or from English like a computer.

(Y): Selain itu, bahasa Indonesia menggunakan aksara latin, berbeda dengan bahasa Asia pada umumnya yang mempunyai aksaranya sendiri, sehingga relatif lebih mudah untuk dipelajari. (Y): In addition, Indonesian uses Latin script, in contrast to Asian languages in general which have their own script, making it relatively easier to learn.

(T): Menarik, ya. (T): Interesting, yes. Alasan lain adalah penggunaan bahasa Indonesia semakin berkembang di lingkup regional maupun internasional. Another reason is that the use of Indonesian is growing both regionally and internationally. Bahasa Indonesia sudah diajukan menjadi bahasa pengantar di organisasi internasional misalnya ASEAN. Indonesian has been proposed as the language of instruction in international organizations such as ASEAN. Walaupun masih sering sih, kita dengar pertanyaan seperti Indonesia itu di mana? Although we still often hear questions like where is Indonesia? Atau… oh, Bali itu di Indonesia. Or… oh, Bali is in Indonesia. Rasanya gemas ‘kan dan ingin pertanyaan-pertanyaan seperti itu tidak muncul lagi. I feel anxious and want questions like that not to arise again. 不安になるし、もうそういう質問が出なければいいのにと思う。

(T): Salah satu cara yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan adanya program BIPA. (T): One of the ways that the Indonesian government does is with the BIPA program. Atau Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing. Or Indonesian for Foreign Speakers. Program ini sebagai acuan dalam belajar bahasa Indonesia. This program is a reference in learning Indonesian. Seperti bahasa asing lainnya, program BIPA juga memiliki tingkatan pelajar dari pemula hingga mahir. Like other foreign languages, the BIPA program also has levels of learners from beginner to advanced.

(Y): Nah, oleh karena itu, pemerintah Indonesia sedang gencar nih mempromosikan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur bahasa asing. (Y): So, therefore, the Indonesian government is actively promoting Indonesian language learning for speakers of foreign languages. Dari program pemerintah ini, bahasa Indonesia sekarang bisa dipelajari di banyak negara, misalkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia. From this government program, Indonesian can now be studied in many countries, for example at the Embassy of the Republic of Indonesia. Teman-teman bisa nih melihat situs KBRI di negara teman-teman, mungkin ada kursus bahasa Indonesia yang kemungkinan besar gratis yang bisa teman-teman ikuti. Friends, you can see the website of the Indonesian Embassy in your country, maybe there is a free Indonesian language course that you can take. Selain itu ada juga banyak sekolah, universitas, misalkan di Australia, Asia maupun Eropa yang memiliki mata kuliah atau bahkan jurusan bahasa Indonesia. In addition, there are also many schools, universities, for example in Australia, Asia and Europe that have courses or even majors in Indonesian.

(T): Untuk mendukung program BIPA tersebut dan kerja sama dengan instansi pendidikan di negara-negara lain, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahunnya mengadakan seleksi pengajar BIPA yang akan dikirimkan ke lebih dari 20 negara. (T): To support the BIPA program and in collaboration with educational institutions in other countries, the Language Development and Development Agency of the Ministry of Education and Culture annually holds a selection of BIPA teachers who will be sent to more than 20 countries. (T):BIPAプログラムおよび他国の教育機関との協力を支援するため、文部科学省言語開発庁は毎年、20カ国以上に派遣されるBIPA教師を選抜している。 Jadi teman-teman bisa belajar dengan penutur asli. So friends can study with native speakers.

(Y): Bener, atau bisa juga ya, mungkin ada teman-teman yang ingin lebih ee… punya jiwa petualang lebih tinggi, gitu. (Y): That's true, or maybe yes, maybe there are friends who want to be more ee… have a higher adventurous spirit, I see. Mereka ingin langsung belajar di Indonesia, misalkan. They want to directly study in Indonesia, for example. Itu bisa banget. That's very possible. Karena biaya pendidikan dan biaya hidup di Indonesia tidak mahal. Because the cost of education and the cost of living in Indonesia is not expensive. Selain itu ada banyak tempat kursus bahasa. In addition, there are many language courses. Ee… kalau misalnya mau mencari beasiswa, ada nggak sih pemerintah Indonesia ee menyediakan beasiswa nggak untuk eee orang asing belajar di Indonesia? Ee… if for example you want to seek scholarships, is there any Indonesian government or not providing scholarships for foreigners to study in Indonesia?

(T):  Ada dong. (T): Yes, yes. Yang pertama ada beasiswa kemitraan negara berkembang, yang lebih dikenal dengan nama Developing Countries Partnership Scholarship. The first is a developing country partnership scholarship, which is better known as the Developing Countries Partnership Scholarship. Dengan beasiswa ini, teman-teman bisa mendaftar di program S1 atau magister di kampus-kampus negeri atau swasta di Indonesia yang telah bermitra dengan pemerintah Indonesia. With this scholarship, you can enroll in an undergraduate or master's degree program at public or private universities in Indonesia that have partnered with the Indonesian government. この奨学金を利用して、インドネシア政府と提携しているインドネシアの公立大学または私立大学の学部課程または修士課程に入学することができます。 Yang kedua ada beasiswa Darmasiswa, yaitu beasiswa satu tahun untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Indonesia atau kesenian tradisional Indonesia. The second is the Darmasiswa scholarship, which is a one-year scholarship for friends who want to learn Indonesian or traditional Indonesian arts. Selanjutnya, ada beasiswa seni dan budaya Indonesia atau  Indonesian Art and Cultures Scholarship untuk belajar kesenian Indonesia. Furthermore, there is an Indonesian Art and Culture Scholarship to study Indonesian arts.

(Y): Jadi, mari kita belajar bahasa Indonesia bersama-sama. (Y): So, let's learn Indonesian together.

(musik)

(Y): Ungkapan minggu ini. (Y): The phrase of the week.

(musik)

(T): Ungkapan yang akan kita pelajari minggu ini adalah kata “kita” dan “kami”. (Q): The expressions we will be studying this week are the words “we” and “we”. Bahasa asing lain seperti bahasa Inggris atau bahasa Perancis tidak membedakan dua kata ganti orang pertama jamak ini. Other foreign languages such as English or French do not distinguish between these two first-person plural pronouns. Kata “kita” disebut sebagai kata inklusif, yang artinya orang yang diajak bicara terlibat dalam kegiatan yang disebutkan dalam kalimat. The word "we" is referred to as an inclusive word, which means that the person being spoken to is involved in the activities mentioned in the sentence. Perhatikan contoh kalimat ini: “Kita belajar bahasa Indonesia”. Consider this example sentence: "We are learning Indonesian". Siapa “kita”? Who are we"? Aku, Yohanes, dan kamu. Me, John, and you. Kita belajar bahasa Indonesia bersama. We study Indonesian together.

(T): Sementara pada kalimat “Kami belajar bahasa Indonesia”. (T): Meanwhile in the sentence "We are learning Indonesian". “Kami” di sini berarti aku, dan Yohanes saja. "We" here means me, and John alone. Jadi, “kami” adalah kata ganti eksklusif karena kamu sebagai lawan bicara tidak terlibat dalam kegiatan yang kami lakukan. So, "we" is an exclusive pronoun because you as the other person are not involved in the activities we do. Semoga jelas, ya. Hope it's clear, ok?

(musik) (music)

(T): Rekomendasi minggu ini. (Q): This week's recommendation.

(musik)

(Y): Untuk rekomendasi minggu ini, kami merekomendasikan sebuah buku berjudul “Sembilan dari Sepuluh Kata Bahasa Indonesia adalah Asing”, yang merupakan buku karangan Alif Danya Munsyi atau lebih dikenal sebagai Remy Sylado. (Y): For this week's recommendation, we recommend a book entitled "Nine out of Ten Indonesian Words are Foreign", which is a book written by Alif Danya Munsyi or better known as Remy Sylado. Buku ini diterbitkan pada tahun 1996. This book was published in 1996. Buku ini berisi esai dan catatan kecil tentang bahasa Indonesia. This book contains essays and small notes about the Indonesian language. Teman-teman masih ingat ‘kan, tadi kami sudah megatakan bahwa kosa kata bahasa Indonesia banyak yang merupakan hasil serapan dari bahasa lain. Friends, don't you remember, we said earlier that many Indonesian vocabularies are the result of absorption from other languages. Nah, untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal ini, kalian bisa membaca esai ini. Well, to learn more about this, you can read this essay. Semoga menjadi bahan bacaan yang menarik, ya. Hopefully it will be interesting reading material, okay?

(T): Bagi kamu yang memiliki pertanyaan, saran, atau cerita yang ingin dibagikan ke pendengar Frasa lainnya, silakan kirim email ke alamat kontakfrasa@gmail.com atau bisa juga berupa pesan suara ke akun Anchor kami. (T): For those of you who have questions, suggestions, or stories that you want to share with other Phrase listeners, please send an email to Kontakfrasa@gmail.com or it can also be a voice message to our Anchor account. Nanti tentu akan kami balas, dan cerita yang menarik akan kami bacakan di episode yang akan datang di segmen Surat Pendengar. We will of course reply later, and we will read interesting stories in the next episode in the Listener Letter segment. もちろんお返事も差し上げますし、興味深いお話は今後のエピソードでリスナーからのお便りコーナーで読み上げる予定です。

(Y): Kami akan mengunggah episode baru setiap hari Rabu. (Y): We will upload new episodes every Wednesday. Sampai jumpa minggu depan! See you next week!

(T & Y): Daag! (T&Y): Daag! (musik)