×

We use cookies to help make LingQ better. By visiting the site, you agree to our cookie policy.

Summer Sale Save up to 45%
Simply Indonesian - Intermediate, Indonesian Listening Prac… – Text to read

Simply Indonesian - Intermediate, Indonesian Listening Practice | A Day in Milan 🇮🇹

Intermediate 1 Indonesian lesson to practice reading

Start learning this lesson now

Yuk belajar bahasa Indonesia lewat vlog jalan-jalan aku selama satu hari di kota Milan, Italia. Jadi aku sampai bandara sekitar jam setengah enam pagi karena pesawatnya terbang jam 6.20. Penerbangan ke kota Milan ditempuh dalam waktu 1 jam 45 menit. Suhunya hari itu sekitar belasan, kurang lebih 12 derajat Celcius.

Jadi masih agak sedikit dingin. Dan sampai di bandara Bergamo, cuacanya cerah walaupun masih pagi. Terus aku jalan keluar dari bandara untuk naik bis ke arah kota Milan. Karena bandara Bergamo ini lokasinya 60 km dari kota Milan.

Jadi aku naik bis sekitar 1 jam. Sesampainya di kota Milan, aku pergi ke stasiun kereta dan ternyata bagus banget, megah dan besar. Di stasiun itu, aku juga beli tiket transportasi dalam kota. Harganya sekitar 7,60 euro untuk satu orang.

Setelah beli tiket, aku naik metro dan menuju tujuan pertama, yaitu The Monumental Cemetery of Milan. Tempat ini adalah salah satu pemakaman terbesar yang paling artistik di kota Milan. Tempat ini dirasmikan pada tahun 1867. Pemakaman ini sekarang berfungsi sebagai museum terbuka yang menampilkan patung-patung klasik, makam artistik, dan kuil Yunani.

Makam-makam di sini terkenal dengan gaya seni eklektik yang megah, menara putih, dan makam keluarga-keluarga kaya yang dihiasi patung realistis. Aku juga mengunjungi satu bangunan khusus, yaitu tempat peristirahatan terakhir seorang penyair Italia yang bernama Alessandro Manzoni. Makamnya ditandai dengan monumen terhormat yang sering dikunjungi oleh pejabat dan juga wisatawan. Dari sana, aku langsung naik tram ke pusat kota Milan, di mana gereja katedral Milan berada.

Jadi aku cukup kaget. Ternyata bangunannya nggak sebesar yang aku bayangkan, tapi tetap cantik sekali, terutama detail ukiran-ukirannya. Pembangunan gereja ini memakan waktu selama 600 tahun. Wow, satu kata, wow.

Terus aku juga sempat naik ke atapnya dan bisa lihat pemandangan dari pusat kota Milan dari ketinggian. Setelah itu tentu aja aku masuk ke dalam gerejanya. Seperti yang bisa kamu lihat, interior gerejanya bergaya gotik dengan ciri khas pilar-pilar tinggi dan jendela kaca yang berwarna-warni. Setelah dari gereja, aku keluar sebentar untuk pergi ke sebuah toko roti terkenal di Milan yang bernama Luini.

Jadi toko roti ini mulai buka dari tahun 1949. Mereka terkenal dengan makanan khas yang bernama panzerotti atau roti goreng dengan isi keju dan tomat khas Italia. Setelah itu aku jalan-jalan sebentar di pusat perbelanjaan barang-barang mewah yaitu di Galleria Vittorio Emanuele. Rame banget di sana, jadi aku cuma sebentar aja.

Setelah itu, aku langsung masuk menuju museum katedral. Aku beli satu tiket yang berlaku ke beberapa tempat, termasuk ke museum. Di museum ini, kita bisa lihat banyak patung-patung, kain sulam, dan jendela kaca berwarna-warni. Pokoknya, semua karya seni memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Jadi, kalau kamu adalah penggemar seni, terutama yang bergaya Eropa, aku sangat merekomendasikan kamu untuk datang ke tempat ini. Selesai keliling museum, aku langsung ke tempat tujuan terakhir, yaitu sebuah gedung opera bernama La Scala. Di sini, aku ikut tur dengan pemandu, dan kita diajak jalan-jalan keliling gedung opera ini. Kita juga mendengarkan sejarah dibangunnya La Scala dan fungsinya dulu.

Setelah selesai tournya, aku harus balik lagi ke stasiun kereta untuk menuju ke bandara. Tapi sebelumnya, aku beli burger dulu biar tidak lapar. Karena perjalanan ke bandara sekitar 40 menit naik kereta, akhirnya aku sampai ke rumah tengah malam, sekitar jam 12 malam. Lumayan capek, tapi benar-benar satu perjalanan yang menyenangkan.

Terima kasih dan sampai jumpa.

Learn languages from TV shows, movies, news, articles and more! Try LingQ for FREE