×

We use cookies to help make LingQ better. By visiting the site, you agree to our cookie policy.

Puri Viera, NEMU ANAK KUCING DI AMERIKA – Text to read

Puri Viera, NEMU ANAK KUCING DI AMERIKA

Intermediate 1 Indonesian lesson to practice reading

Start learning this lesson now

Hai, hai babies.

Hai babies.

So, aku lagi ada di kamar mandinya temanku guys, bersama tiga ekor bayi kucing yang adorable ini.

So, as you guys know ya, kalau kalian udah follow aku lama, kalian tahu aku punya dua anjing kan?

Dan yang satunya itu baru kita dapat end of last year.

Jadi belum setahun kita dapat anjing yang kedua itu si Java ya kan?

Dan sebulannya lalu itu si Putih, teman aku yang punya rumah ini, dia itu ngabarin kalau dia nemu delapan ekor anak kucing di halaman belakang rumahnya.

Ya, delapan guys.

Dia kasih tahu aku, dan aku yang langsung iya iya aku mau, aku mau.

Jadi dia nawarin gitu kan, kamu mau nggak nih ambil anak kucing gitu.

Aku bilang aku langsung iya, aku mau, mau banget, mau banget gitu.

Terus ya udah, akhirnya aku sering ngeliatin yang anak kucing ini.

Aku lagi nunggu mereka divaksin, jadi divaksin dulu sama Putih sambil vaksinnya LENGKAP, baru aku bawa pulang gitu, guys.

Dan aku cuma ambil satu ya, karena aku belum pernah punya kucing sebelumnya.

Ini bakalan pertama kali aku punya kucing.

Jadi aku mau ambil satu dulu, sedangkan Putih itu sudah pengalaman sama kucing.

Dia udah punya dua kucing sebelum dia nemu bayi-bayi kucing ini.

Jadi udah pengalaman sama kucing gitu.

Jadi delapan itu yang tiga diambil mertuanya, yang satu aku ambil, satu lagi diambil teman aku yang lain, Nadine, yang tiga ini, di sini.

Tujuh apa delapan?

Oh tujuh ya?

Put yang tujuh ekor ya yang lu nemu ya, bukan delapan ya?

Tujuh, tujuh, bukan delapan.

Jadi tiga sama mertuanya, satu sama aku, satu sama Nadine, dua sama Putih gitu.

Tujuh.

Yang mau aku ambil itu yang warna grey yang ada di dalam sana.

Nanti aku kasih tahu, nanti aku kasih lihat ya.

Dan yang dua ini tinggal sama Putih nanti gitu.

Aku lagi nunggu divaksin dulu yang LENGKAP.

Dan semuanya cowok guys, tujuh-tujuhnya.

Jangan sayang, jangan mainan kamera sayang.

Dulu tuh aku bukan cat person gitu.

Bukan animal person malah.

Nggak suka, bukan nggak suka ya, tapi nggak yang terlalu gimana gitu loh sama pet, sama hewan peliharaan.

Nggak yang terlalu wow banget gitu sama kucing maupun anjing.

Terus akhirnya sejak aku punya anjing pertama kali lima tahun yang lalu ya, si Bali itu, hatiku itu mulai terbuka gitu sama hewan.

Mulai terbuka, kok lucu banget gitu kan.

Bener-bener menyembuhkan hati yang luka gitu.

Jadi kayak ketagihan gitu guys ya kan.

Ini kan ambil anjing lagi, adopt anjing lagi.

Terus sama kucing, ini aku mulai dari pemanasan ya, pemanasan sama kucing itu ketika aku mulai nontonin post-post Instagram.

Instagramnya kucing-kucing itu aku mulai, tadinya itu aku cuma follow akun-akun anjing.

Terus nggak tahu gimana, tiba-tiba aku lihat akun-akun kucing gitu.

Ya ampun, ini lucu-lucu banget, ini kucing-kucing dari situ hatiku mulai terbuka nih sama kucing.

Terus aku mulai, aduh, aku juga pengen punya kucing nih, gitu.

Out of nowhere ya, gara-gara ngelihatin post-post itu.

Akhirnya aku mulai ini, mulai kayak mentally prepare myself.

I wanna get a cat, I wanna get a cat, I wanna get a cat, gitu guys.

Dan tiba-tiba si Putih ngabarin, gue nemu anak kucing di halaman belakang.

Oke, langsung, ah excited banget gitu.

Nah tuh, ini nih, ini si Phuket yang bakal jadi anak aku.

Ini namanya Phuket.

Aku udah kasih nama Phuket, guys.

Setelah aku kasih anjing aku yang kedua namanya Java.

And then Phuket ini adalah pulau di mana aku dan suami honeymoon.

Jadi Bali, Java, and Phuket.

And he's a cat gitu loh.

Jadi kayak, apa namanya, nyambung aja gitu.

Phuket the cat gitu kan.

Sounds cute gitu kan.

Jadi yang lu nemu itu tujuh kan?

Tujuh ekor kan?

Nah, jadi yang delapan itu yang satunya masih ada di luar.

Ternyata gitu guys.

Jadi dia nemu tujuh ekor, yang satunya itu masih ada di luar dan dia nggak mau diajak masuk gitu loh.

Jadi sampai sekarang itu si kitten yang satu ini masih keliaran di luar.

Jadi kasihan banget guys.

Udah dikasih makan sama minum tiap hari, tapi nggak mau keluar dia.

Jadi kita susah untuk ambilnya gitu.

Jadi sekarang kita mau ke situ, ke semak-semak situ.

Kita lihat masih ada nggak si kitten satu ini.

Mudah-mudahan aja ya kalau dia ada bisa sekalian kita rescue gitu.

So as you guys can see, ini area tempat tinggalnya Putih ini banyak hutan-hutan, apa ya, semak-semak gitu loh.

Banyak pohon-pohon gitu.

Jadi di sini banyak hewan liar dan rupanya di Amerika juga ada kucing liar gitu.

Aku sebelumnya nggak tahu.

Maksudnya ternyata ada juga gitu loh kucing liar di daerah sini.

Banyak mungkin ya.

Cuman karena aku mungkin tinggalnya agak ke kota gitu, jadi jarang menemu yang kayak gitu-gitu.

I wish ada anak kucing di belakang rumah aku, ya kan?

I wish.

Terus lu nemunya di mana itu?

Oh, bapak mertua yang nemu.

Let's try to be quiet so we don't scare the kitten.

Nah, itu adalah tersangka.

Tersangka bapaknya kitten-kitten ini.

Ini tersangka nih, tersangka.

Tersangka bapaknya kitten-kitten ini.

Ini grey, ini kucingnya putih yang satunya, guys.

Kenapa dia kurus banget, Put?

Iya.

Kurus nggak sih kayak gitu?

Nggak.

Guys, so today is the day.

Hari ini aku akan bawa Phuket pulang.

Jadi ini aku lagi OTW mau jemput dia.

I'm so excited, but also nervous.

Karena dia bakalan jadi kucing pertama aku.

So yeah, but I'm super excited guys.

Itu si grey itu, bapaknya si Phuket itu.

Hey, Grey.

Hi.

Hi.

Hey, where are you going?

Hi, Phuket.

Dia baru bangun tidur.

Eh, kok pergi?

Eh, Phuket.

Phuket.

Udah gede aja ya dia ya.

Cepet banget ya.

Oke, jadi ini aku lagi diajarin untuk nyisirin.

Oke.

Oke.

Kenapa di sini?

Karena ketika pas diambil langsung ke sini langsung cus-cus.

Jadi nggak tebang-tebang, nggak loncat-loncatnya gede banget loh.

Kayak gini ya.

Kita lihat ada nggak sih?

Kalau misalnya ada itu dia nyangkut di sini ya kutunya.

Nih ada nih.

Coba coba coba.

Nah biasanya langsung ke sini nih.

Ada nih.

Langsung begini.

Petes biar dia nggak lompat-lompat.

Oke Phuket, you say bye to your brothers Phuket.

Masa ya?

Oh.

Ya ntar gue beli lagi deh yang besar.

Oke Phuket, we are here.

Oke, ini harus ditali dulu supaya nggak buat anjing buat pet gitu.

Supaya dia nggak ngejungkel gitu kan.

Come Phuket, wanna come out?

Come.

Yes.

Yes, this is your bedroom.

Ini kamar kamu Phuket.

Yes, itu tempat tidur kamu Phuket.

Dia lagi explore kamar guys.

Dan ini anjing aku, belum aku keluarin.

Anjing aku lagi ada di living room ini.

Aku masih taruh mereka di living room.

Belum aku kenalin.

Aku mau dia explore dulu.

Explore dulu kamar ini.

Nanti kalau udah agak chill sedikit, baru aku kenalin ke anjing aku.

Mulai dia sniff sniff.

Apa?

Not me.

Okay, sniff.

Hey.

Si Phuketnya yang galak nih.

Si Phuketnya yang galak.

It's okay, Phuket.

Si Phuketnya yang galak nih.

It's okay, sayang.

It's okay, sayang.

Tuh, Bali takut.

It's okay, babies.

It's okay, sayang.

It's okay.

It's okay.

Mama here.

That's just Phuket.

Tuh anjing-anjing, aku takut sama dia.

Mungkin Phuketnya juga takut juga.

Sama-sama takut mereka.

So ini adalah hari kedua Phuket di rumah.

Aku belum cerita ya, kenapa aku kasih nama Phuket.

So as you guys know, aku punya dua anjing, kan namanya Bali dan Java.

Bali itu adalah pulau di mana aku dan suami bertemu.

And then Java is obviously the island where I'm from.

Terus waktu kita mau adopsi kucing ini, aku mikirnya, aduh kasih nama siapa ya?

Sempat kepikiran kayak Sura gitu.

Karena aku dari Surabaya, kan.

Sura the cat.

Atau gimana kalau nama makanan?

Nama makanan Jawa gitu.

Kayak rawon atau apa rujak cingur gitu.

Pokoknya sempat kepikir nama-nama lucu-lucu gitu lah.

Oh, and then aku sempat kepikiran nama Gili.

Karena kan aku sempat pernah liburan juga kan ke Gili Trawangan gitu sama suami aku.

Cuman for some reason, liburan itu yang di Gili, ya di Lombok waktu itu, nggak terlalu, I mean, it was nice and everything.

Tapi nggak terlalu memorable gitu loh, for some reason.

Nggak terlalu memorable kayak waktu di Bali.

Di Bali kan kita ketemunya kan.

Jadi kayak memorable banget gitu kan.

Aku mau kasih nama Gili, tapi kok sebenernya bagus ya Gili gitu ya.

Tapi for some reason, it just didn't, apa ya, didn't click with me, didn't vibe with me gitu.

Terus aku pikir lagi, loh kan kita kan honeymoon kan di Phuket ya.

Jadi aku sama suamiku waktu itu honeymoon di Phuket, Thailand guys.

And itu apa namanya, salah satu liburan kami yang sangat memorable waktu itu di Phuket.

Terus aku pikir lagi, Phuket the cat gitu.

Loh kok rhymes ya?

Kok apa namanya bernada gitu ya Phuket the cat gitu kan.

I was like, oh my God, that's it.

Phuket.

It's meant to be, it's Phuket gitu.

So ya, itulah kenapa aku kasih nama Phuket.

Dan itu aku yang I came up with the name gitu.

Dan sekarang ini situasinya dia belum get along sama anjing-anjing aku.

Jadi aku masih pisahin mereka.

Jadi semalam itu kan biasanya anjing-anjing aku tidur di kamar ini kan.

Tapi karena ada Phuket di kamar ini, jadi anjing-anjing aku kemarin tidur di ruang tamu guys sama aku di sofa.

Sofa yang bisa recline gitu.

Jadi ya cukup besar sih sofanya.

So it worked.

Lumayan stressful loh proses untuk memperkenalkan anjing dengan kucing ini.

Perlu apa ya, perlu dipikirin caranya gitu loh.

Nggak yang sembarangan langsung, ya udah biarin aja mereka ini langsung ketemu gitu.

Nggak bisa kayak gitu.

Pasti mereka berantem dan itu stressful juga buat mereka kan.

Si Phuket juga takut sama si Bali dan Java.

Bali dan Java itu lebih, kalau si Java itu lebih nggak peduli dia itu.

Si Java itu lebih obses ke aku dia itu.

Kalau Bali itu lebih ke curious.

Apaan sih?

Apaan sih?

Itu gitu.

Tapi kalau Phuket, dia takut.

Sementara anjing-anjing aku ada di sini.

Jangan Bali.

Jadi mereka, aku kunciin di sini.

Aku pisahin dulu.

Aduh, pelan-pelan aja deh.

Fast forward Januari 2025, guys.

Rambutku sudah pendek, ya.

So, kucing dan anjing-anjingku sudah get along very well.

Jadi mereka bisa, ya, kayak gini deh.

Mereka bisa main tanpa aku harus khawatir mereka berantem, gitu loh.

Cuman khawatirnya, khawatirnya itu bukan mereka berantem, tapi lebih ke si Phuket nggak sengaja nyakar anjing-anjingku, gitu.

Itu khawatirnya lebih ke itu sih.

Lebih ke kayak nggak sengaja kecakar, gitu loh.

Karena kan kukunya panjang-panjang dia.

Meskipun aku sudah potong kukunya, guys, tapi kan tetap aja tajam, gitu kan.

Tapi kalau berantem, mereka udah nggak berantem, guys.

Mereka udah akur sekarang.

Cuman kalau main, suka kasar, kan.

Jadi aku khawatirnya itu.

Khawatirnya salah satu nggak sengaja terluka gitu.

Jadi kalau mereka udah bergumul gitu, aku pisahin.

Takutnya kenapa-napa gitu kan.

Tapi ya mereka udah get along dan it took them two weeks kayaknya.

Dua minggu untuk mereka bisa akur gitu guys.

Dan sekarang udah akur, udah rukun.

Jadi udah fun gitu.

Jadi kalau misalnya aku tinggal pergi-pergi, ya si Phuket aku biarin aja gitu.

Keliaran di ini mereka bareng-bareng gitu maksudnya.

Jadi aku nggak sembunyikan dia di kamar lagi.

Dulu kan awal-awal aku sembunyikan dia di kamar.

Sekarang udah dia udah bebas.

Bebas keluar masuk kamar dia.

So, yeah, it's fun.

Si Phuket ini adalah picky eater cat, guys.

Awalnya dia itu oke-oke aja ya, makan kayak canned food biasa gitu.

Sekarang dia jadi picky, kamu tahu sebabnya apa?

Karena gara-gara aku masakin.

Jadi dia sekarang lebih suka sama fresh food yang aku masakin.

Kalau dikasih canned food, masih dia makan, cuma harus dikasih topping gitu loh, guys.

Dikasih topping.

Aku biasanya kasih topping dried salmon atau dried beef flavor, kayak gitu-gitu.

Jadi harus ada toppingnya kalau dia mau dikasih canned food biasa.

Tapi kalau fresh food, dia sikat aja, guys.

So, but I'm okay.

Aku suka masakin hewan-hewan peliharaan aku.

Kayak anjing-anjingku juga aku masakin, guys.

Eh, itu kan dipilihin sama dia.

Tuh.

Tuh.

Kenapa tangannya maju-maju gitu, Phuket?

Oke, guys.

So, sekian dulu video tentang dunia perkucingan hari ini.

Thank you for watching.

Sampai ketemu di video selanjutnya, ya.

Bye!

Learn languages from TV shows, movies, news, articles and more! Try LingQ for FREE