×

We use cookies to help make LingQ better. By visiting the site, you agree to our cookie policy.

Riri, Kancil dan Pak Tani – Text to read

Riri, Kancil dan Pak Tani

Beginner 2 Indonesian lesson to practice reading

Start learning this lesson now

Hai!

Riri, kumpulan dongeng dan cerita anak.

Kisah Kancil Mencuri Mentimun.

Suatu hari, Kancil berjalan-jalan hingga jauh ke pinggir hutan.

Tanpa sadar ia telah memasuki sebuah ladang milik manusia.

Namun, begitu ia tahu bahwa ladang itu adalah ladang mentimun, Kancil pun mengurungkan niatnya untuk pergi.

Aduh, gawat nih!

Sepertinya aku sudah berada di ladang manusia.

Wah, ini ladang mentimun.

Mungkin aku bisa berkeliling dan melihat beberapa timun terlebih dahulu.

Kancil tidak bisa menahan keinginannya untuk mencicipi mentimun itu.

Aku hanya ingin memakan beberapa buah saja kok.

Hmm, buah mentimun itu sungguh lezat dan terasa segar.

Tanpa sadar, Kancil telah menghabiskan banyak sekali buah mentimun.

Sore harinya, Pak Tani, pemilik ladang tersebut, datang.

Pak Tani langsung marah-marah ketika melihat ladangnya berantakan.

Ah, kenapa kebunku jadi berantakan?

Timun-timunku juga habis tidak tersisa.

Siapa yang telah berbuat seperti ini?

Hari berikutnya, Kancil datang lagi ke ladang mentimun dan bermaksud meminta maaf kepada Pak Tani.

Begitu sampai di ladang, Kancil segera menghampiri orang-orangan sawah.

Dia mengira bahwa itu adalah Pak Tani.

Pak Tani, sebenarnya saya yang kemarin telah menghabiskan semua timun di ladang.

Untuk itu, saya ingin meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Namun, Pak Tani diam saja.

Karena penasaran, Kancil mengangkat kaki depannya dan menyentuh Pak Tani.

Aduh, kenapa ini lengket sekali?

Sepertinya aku telah dijebak.

Ah, rupanya yang disentuhnya bukanlah Pak Tani.

Itu hanyalah orang-orangan sawah yang telah dilumuri getah karet.

Kaki depan Kancil lengket dan tidak bisa dilepas.

Tolong, tolong!

Siapapun, tolong lepaskan aku!

Ia berusaha melepaskan diri.

Tidak lama kemudian, Pak Tani, sang pemilik ladang, datang untuk menangkap Kancil.

Akhirnya ketangkap juga si Kancil.

Dasar pencuri yang rakus.

Ampun Pak Tani, tolong lepaskan aku.

Pak Tani membawa Kancil pulang ke rumah dan mengurungnya.

Pak Tani tidak ingin ladang mentimunnya hancur lagi gara-gara Kancil.

Hei Kancil, kau akan kukurung di sini sampai panen mentimunku selesai.

Aku tidak ingin kamu mencuri timun-timunku lagi.

Hah, Kancil sungguh kesal karena ia tidak bisa membedakan antara Pak Tani dan orang-orangan sawah.

Kancil memutar otaknya untuk mencari jalan keluar.

Huh, aku ceroboh sekali.

Sekarang jadi digurung di sini.

Bagaimana ya agar aku bisa keluar?

Aha, aku dapat ide yang bagus.

Kancil pun tersenyum puas.

Hmm, sobat, tahukah kamu mengapa aku digurung di sini?

Diduga kamu telah mencuri mentimun Pak Tani.

Kamu salah.

Sebenarnya, Pak Tani hendak mengadakan pesta.

Di sana ada banyak sekali daging panggang.

Apakah kamu mau?

Sayangnya, Pak Tani tidak mengajakmu.

Jika kamu mau, kamu boleh menggantikan tempatku.

Aku tidak suka daging.

Daging?

Aku suka daging.

Anjing Pak Tani terperdaya oleh ucapan Kancil.

Daging-daging.

Ia membuka kandang dan mempersilahkan Kancil keluar.

Kemudian ia masuk ke dalam kandang.

Daging-daging.

Begitu ia berada di dalam, Kancil segera mengunci pintu kandang.

Maafkan aku, kawan.

Aku telah berbohong kepadamu.

Sampaikan juga maafku kepada Pak Tani, ya.

Apa?

Kamu telah menipuku?

Dan Kancil pun pergi dari rumah Pak Tani, meninggalkan si anjing yang terus saja menggonggong dengan galak.

Nasihat dari cerita ini adalah, 'Jangan pernah mengambil apapun milik orang lain tanpa izin terlebih dahulu, ya.'

Yuk dukung Riri dengan menekan tombol subscribe.

Terima kasih.

Learn languages from TV shows, movies, news, articles and more! Try LingQ for FREE