×

Vi använder kakor för att göra LingQ bättre. Genom att besöka sajten, godkänner du vår cookie-policy.

Simply Indonesian Podcast, Simply Indonesian Podcast: Episo… – Text att läsa

Simply Indonesian Podcast, Simply Indonesian Podcast: Episode 3 - Indomie | Intermediat

Mellannivå 1 Indonesiska lektion för att öva läsning

Börja lära dig lektionen nu

Bahkan di Nigeria, Indomie sering dianggap sebagai makanan nasional mereka loh. Wow! Hi, you're listening to Simply Indonesian, the podcast for learners who want to master natural Indonesian in both its formal and informal forms. I'm your host, Grace.

Today I'm going to share the story of Indonesia's most famous export, or legendary instant noodles. We'll look at how it's performing on the international stage, and most importantly, how you can enjoy it without feeling guilty. Let's get started. Siapa yang nggak tahu Indomie?

Kalau lapar, solusinya Indomie. Kalau lapar tengah malam, solusinya pasti Indomie. Kalau hujan dan lapar di tengah malam, apalagi kalau bukan Indomie. Awal mula Indomie diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia adalah pada tahun 1969, 57 tahun lalu.

Pada saat itu, mie instan belum sepopuler sekarang. Salah satu nilai jual terbesar adalah harganya yang terjangkau. Harganya relatif murah untuk banyak orang. Indomie mengeluarkan rasa pertamanya yaitu Indomie kuah rasa kaldu ayam.

Kuah artinya Indomie dengan sup. Hasilnya, orang-orang Indonesia sangat suka, dan penjualan Indomie meningkat drastis. Melihat potensi ini, mereka kemudian membuat produk kedua yaitu Indomie kuah rasa kari ayam. Dan yang ketiga, pada tahun 1983, mereka merilis varian Indomie goreng.

Varian ini menjadi salah satu produk paling laris dan paling banyak dibeli oleh masyarakat. Indomie sudah menjadi sinonim dari kata mie instan. Sampai sekarang, perusahaan tersebut sudah memproduksi lebih dari 50 varian rasa. Apapun mereknya, namanya tetap Indomie.

Tidak heran Indomie menjadi produsen mie instan terbesar di Indonesia. Indomie juga tersedia di lebih dari 100 negara di benua Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika. Bahkan di Nigeria, Indomie sering dianggap sebagai makanan nasional mereka, loh. Wow!

Baik di Indonesia maupun di Nigeria, Indomie sudah menjadi sinonim atau kata ganti dari mie instan. Walaupun namanya sudah jelas-jelas Indomie, justru di Nigeria sendiri, merek ini dipercaya sebagai produk lokal. Hal ini terjadi karena begitu populernya di kalangan masyarakat mereka. Sampai-sampai sebuah artikel di Medium yang ditulis oleh Shah Mohammed mengatakan bahwa bagi jutaan orang Nigeria, Indomie bukan sekedar sebuah merek mie instan.

Indomie adalah bagian dari sebuah rutinitas, makanan yang bikin nyaman, dan juga simbol dari sebuah nutrisi yang terjangkau. Kira-kira apa yang membuat merek ini menjadi begitu terkenalnya? Dibandingkan dengan mie instan merek lainnya yang menjadi ciri khas Indomie, yang menjadi keistimewaan dari merek ini adalah rasa dan teksturnya yang menarik. Kamu bisa merasakan campuran rasa manis, gurih, dan sedikit pedas.

Juga tekstur minya yang kenyal dan lembut. Selain itu, dengan harganya yang terjangkau untuk banyak orang, Indomie menjadi semakin terkenal. Dan tentunya karena Indomie serbaguna, mudah didapatkan, dan ramah untuk anak-anak kuliahan. Walaupun banyak merek mie instan lain di pasaran yang juga berlomba-lomba untuk menarik hati penyuka mie instan, contohnya ada merek lain yang juga nggak kalah terkenal seperti Mie Sedap dan Supermie.

Bahkan beberapa tahun terakhir muncul saingan, muncul kompetitor-kompetitor yang membawa identitas baru yaitu mie instan versi sehat. Poin ini sangat menarik untuk orang-orang yang gemar dan sangat suka dengan mie instan, tapi tetap mau mempertahankan kesehatannya. Tetap mau jadi sehat, meskipun produk mie instan seperti Indomie sangat terkenal dan umum di masyarakat, banyak orang juga masih menganggap, banyak orang masih berpikir kalau terlalu banyak makan mie instan itu bahaya. Bisa memicu resiko kanker, penyakit jantung, stroke, ginjal, dan diabetes.

Selain itu, mie instan juga dianggap rendah nutrisi karena kandungan serat dan protein yang rendah dibandingkan dengan masakan rumahan. Jadi, bagaimana dong solusinya? Nah, kalau kamu memang penggemar mie instan, salah satu saran yang paling umum adalah dengan menambahkan bahan-bahan lain ke mie instan kamu. Misalnya, sayur-sayuran seperti kol, sawi, wortel, bahkan telur atau daging agar gizinya lebih seimbang.

Kemudian, jangan tambahkan nasi lagi. Entah kenapa kebiasaan makan nasi dan mie ini lumayan lumrah, cukup umum di antara mahasiswa. Mungkin supaya lebih kenyang kali ya. Tapi lebih baik jangan diikuti ya.

Dan tentunya, batasi frekuensi makan mie instan kamu. Segala sesuatu, apapun itu, kalau berlebihan pasti kurang baik ya. Terutama apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Wah, jadi lapar kan habis ngomongin Indomie?

Hmm, kayaknya habis ini aku mau langsung masak deh. Indomie kuah kaldu ayam pakai telur dan kol. Oh ya, kalau kamu tim apa? Indomie goreng atau Indomie kuah?

Tulis di kolom komentar ya. Makasih buat yang udah dengerin podcast ini. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Bye.

Learn languages from TV shows, movies, news, articles and more! Try LingQ for FREE