Hai, selamat datang di episode pertama Simply Indonesian Podcast. Aku mau cerita sedikit. Jadi, beberapa minggu terakhir, sebelum akhirnya aku meluncurkan episode pertama ini, aku melakukan sedikit riset. Jadi, aku cari tahu bagaimana cara membuat kanal YouTube, cara bergabung ke Spotify, dan bagaimana cara promosi program kita ke publik supaya orang mau dengar.
Dan pastinya, di era digital sekarang ini, kita juga harus ikuti perkembangan teknologi. Gimana cara sunting atau edit video dengan cara yang terbaru dan juga edit podcast tentunya. Dan hasilnya, sejujurnya, aku lumayan kaget. Kenapa?
Karena hampir semua program atau aplikasi sekarang sudah terintegrasi dengan kecerdasan buatan. Bahkan, ada satu program yang bilang, kalau kamu cuma butuh lima menit untuk memproduksi sebuah podcast. Kebayang nggak sih, berapa banyak waktu yang harus kita habiskan kalau kita produksi podcast sepuluh tahun yang lalu? Dulu, aku masih ingat, untuk jadi editor video yang hebat, seseorang harus punya kreativitas dan jam terbang tinggi.
Jam terbang itu artinya pengalaman. Semakin sering kita kerja, semakin tinggi jam terbang kita. Tapi sekarang, kayaknya hampir semua orang bisa jadi editor deh. Tinggal klik sana, klik sini, jadi deh.
Nah, sekarang pertanyaannya adalah, apa yang bakal terjadi sama kita nantinya? Ditambah judul-judul berita yang suka nakut-nakutin, bikin kita takut dan juga bikin kita kepikiran. Apa aku bakal dipecat ya? Kira-kira posisiku di perusahaan ini bakal digantikan sama AI nggak ya?
Pikiran-pikiran semacam itu kadang bikin kita stres. Bener nggak sih? Oke, sekarang daripada kita sibuk-sibuk memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, coba pelan-pelan kita saling bertukar pikiran. Kira-kira apa aja sih kelebihan atau sisi positif dan kekurangan atau sisi negatif dari kecerdasan buatan?
Supaya kita tidak berat sebelah atau bias pada suatu opini. Coba kita mulai dari yang paling nyata. Dari yang paling jelas dulu ya. Yang pertama, AI dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kita.
Coba bayangin, kamu punya seorang asisten pribadi yang nggak pernah tidur. 24 jam selalu tersedia buat kamu. Nggak pernah mengeluh, nggak minta naik gaji, apalagi cuti libur hari raya. Nyaman banget kan pasti hidup kita?
Tapi semuanya bisa terjadi selama dilakukan dengan cara yang benar dan tepat sasaran. Tepat sasaran artinya berhasil mencapai target yang dituju. Jadi memakai AI itu juga ada trik-trik khusus loh. Bukan cuma sekedar pakai supaya nggak malah menjadi kontraproduktif.
Salah satunya adalah dengan menulis instruksi atau perintah yang kamu mau dengan data dan informasi selengkap mungkin. Sedetail-detailnya. Semuanya ditulis. Jadi si AI, si GPT atau si Gemini bakal ngerti apa yang kamu sebenarnya mau.
Hanya dalam 10 detik saja, Kak GPT udah tahu obat apa yang harus aku beli untuk sembuhin masalah hidungku yang tersumbat ini. Langsung aja, aku pergi ke apotek dan tadaaa. Satu hari kemudian, aku bisa kembali bernafas seperti biasa. Tapi ada tapinya.
Karena ini adalah topik kesehatan, semua rekomendasi dan saran yang kamu baca jangan langsung ditelan mentah-mentah ya. Oh, ini adalah sebuah peribahasa yang sangat bagus. Jangan ditelan mentah-mentah. Yang artinya, kita jangan terlalu percaya sepenuhnya pada suatu hal.
Termasuk dengan pengalaman aku pribadi ya. Jangan ditelan mentah-mentah. Aku bersyukur AI bisa bantu untuk menemukan solusi. Walaupun nggak selalu solusinya bisa diikutin atau sesuai dengan kondisi pada saat itu.
Terutama kalau pikiran lagi benar-benar buntu. Buntu adalah sebuah situasi di mana kamu nggak bisa berpikir apapun. Nggak ada ide sama sekali. Rasanya otak seperti nggak bekerja.
Otak buntu. Sebelum teknologi seperti kecerdasan buatan muncul, kalau otak lagi buntu, kebanyakan orang berusaha cari hiburan. Misalnya, nonton TV, denger radio, baca buku, atau main game. Sekarang, nggak perlu lagi cari hiburan.
Otak bakal lebih jarang buntu deh. Cukup tulis perintah dan ide terbaru langsung muncul lagi. Nah, dari sudut pandang ini, AI bisa jadi teman untuk bertukar ide. Walaupun aku sendiri kurang yakin sih apa ide-idenya asli ya.
Karena mungkin kamu sudah tahu atau pernah dengar istilah kecerdasan buatan yang berhalusinasi. Ia bisa menciptakan sebuah ide yang mungkin awalnya terdengar asli dan masuk akal. Ditambah lagi dengan dukungan literatur atau sumber-sumber yang membuatnya semakin terdengar meyakinkan. Tapi, ternyata di balik itu, semuanya nihil.
Nol. Di satu sisi, kehadiran AI kedengarannya seperti penyelamat hidup kita. AI bisa mempermudah hidup kita. Tapi di sisi lain, kehadirannya juga bisa menjadi bumerang.
Bisa berbalik arah kalau tidak diatur penggunaannya. Kita sebagai manusia terkadang terlalu terbuai, terlena, merasa nyaman kalau semuanya bisa dilakukan dengan AI. Dari awalnya hanya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sulit dan membosankan, sekarang banyak tugas kreatif dan analisis pun bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan. Lama-lama yang ditakutkan adalah kita sebagai manusia akan berhenti berpikir secara mandiri.
Kita akan terlalu mengandalkan AI agar berpikir untuk kita. Otak manusia kita akan menjadi manja atau malas untuk berpikir sendiri. Tentunya kita nggak mau dong jadi makhluk hidup, tapi pikirannya diatur oleh komputer. Hal ini juga pelan-pelan mulai terlihat dari fenomena AI Slope yang semakin umum di halaman media sosial.
AI Slope adalah konten digital berkualitas rendah yang diproduksi secara massal oleh kecerdasan buatan. Semuanya pakai kata-kata yang mirip-mirip, struktur tulisan yang hampir sama. Konten di internet pun terasa seragam dan semakin sulit mencari kreativitas yang asli. Ide-ide orisinal menjadi terasa berharga karena semakin jarang untuk ditemui.
Di mana itu adalah jati diri, identitas dari seorang pribadi. Gunakanlah AI secara bijak supaya kita tidak akan pernah kehilangan identitas dan jati diri sebagai seorang manusia. Beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan secara bijak. Yang pertama, kamu bisa jadikan AI sebagai, dalam tanda kutip, anak magang digital.
Jadikan ia sebagai alat untuk melakukan hal-hal yang membosankan. Supaya kamu bisa fokus ke hal-hal strategis. Yang kedua, jangan lupa untuk selalu cek fakta yang berhubungan dengan tanggal, nama, dan informasi penting. Seperti ceritaku tadi tentang alergi.
Dan yang terakhir, tetaplah bercerita. Masukkan jati dirimu ke dalam karya yang kamu buat. Pakai kata-kata dan struktur kalimat yang terdengar seperti kamu banget. Jangan biarkan kecerdasan buatan menuliskan semua karya atas namamu.
Makasih buat yang udah dengerin podcast ini. Script podcast ini bisa kalian dapetin secara gratis di bagian deskripsi.